NABI MUHAMMAD TOKOH PENYAYANG
Nabi Muhammad adlah tokoh yang penyayang. Kasih sayangnyaa disebarkan kepada seluruh mat manusia. Sebagai pemimpin, beliau tidak membedakan masyarakatnya. Kaya-miskin- pejabat-rakyat, dewasa-anak-anak, semuanya dipperlakukan sama, dicintai.
Beberapa contoh kasih sayang Nabi Muhammad kepada umatnya, dapat dilihat dari kisah-kisah berikut ini:
- Mengasihi Pembantu (Pelayan)
- Sayang Kepada Anak-anak
- Mengasihi Orang Yang Lemah
- Pemurah dan Dermawan
Nabi Muhammad SAW telah sampai di Madinah, tiba-tiba dating kepada beliau seseorang dari kalangan Anshar sambal menggendong anak kecil dan berkata: “Ya Rasulullah inilah Anas bin Malik ia anak yang cerdas terima ia untuk melayani anda”.
Nabi Muhammad menyetujuinya. Maka, sejak saat itu Anas melayani Nabi di rumah maupun di dalam perjalanan.
Rasulullah begitu sayang dan berlaku amat baik terhadap Anas bin Malik. Pada suatu hari, Anas diutus Rasulullah untuk suatu keperluan. Maka berangkatlah Anas. Dalam perjalanannya. Anas melewati sekelompok anak-anak yang sedang bermain-main dipasar. Anas tertarik karenanya.maka berhentilah ia dan ikut bermain bersama mereka. Perintah Nabi ditundanya.
Setelah menunggu Anas cukup lama Rasulullah merasa hawatir. Beliau segera mencari anak itu di pasar, Rasulullah melihat Anas sedang asyik bermain dengan anak-anak sebayanya. Didekati Anas dan dipegangnya tengkuknya dari belakang. Anas ketakutan pada Rasululluh, tetapi Rasulullah tersenyum lembut dan bertanya kepadanya: “Wahai Anas, sudahkah engkau selesaikan apa yang aku perintahkan?”. Anas menjawab: “Sekarang juga aku pergi ya Rasulullah”. Kemudian Anas segera berangkat, dan Rasulullah tidak membentaknya.
Sembilan tahun lamanya Anas melayani Nabi. Selama itu, apapun yang ia perbuat, tidak pernah Rasulullah menegurnya : “Kenapa engkau berbuat begitu?” dan apabila Anas tidak mengerjakan satu perintah, tidak pernah Rasulullah menegur: “Mengapa tidak engkau kerjakan?” bahkan Anas ditegur oleh salah satu keluarganya, Rasulullah SAW melarang seraya berkata: “Biarkan, kalua ia ditakdirkan dapat mengerjakan, tentu akan ia kerjakan!”.
Rasulullah sangat mengasihi dan menyayangi anak-anak, pernah terjadi, ketika waktu shalat tiba, Rasulullah ke luar ke tempat orang banyak sambal memanggul anak salah satu sahabatnya. Waktu beliau shalat, si kecil tetap di pundaknya. Bila beliau ruku, anak ituditurunkan, dan ketika beliau berdiri, anak itu diangkatnya lagi.
Pada suatu hari, beberapa orang dating menghadap Rasulullah. Ketika itu beliau memangku Hasim bin Abi Thalib. Cucunya didekap dan diciuminya dengan penuh kasih sayang. Orang-orang melihat perlakuan Rasulullah itu, sehingga salah satu di antara mereka berkata: “Ya Rasulullah, aku telah mempunyai sepuluh anak, tetapi tidak satupun pernah aku cium”.
Rasulullah memandangi orang itu, kemudian berkata: “siapa tidak menyayangi, dia pun tidak disayangi!”.
Rasulullah SAW begitu pengasih, sampai-sampai Usamah bin Zaid, anak pelayannya dipangku disalah satu pahanya, sementara Hasim bin Abi Thalib didudukan dipangku yang lain. Kedua anak itu didekapnya, lalu beliau berdoa: “Ya Allah sayangilah keduanya. Sesungguhnya keduanya aku sayangi”.
Rasulullah sangat mengasihi orang yang lemah. Beliau memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk menjaga dan memperintahkan kaum lemah.
Pada suatu hari, seorang dating mengadu kepada Nabi, bahwa ia merasa keberagtan ikutshalat berjamaah bersama orang banyak, karena imam selalu memperpanjag shalatnya. Padahal ia seorang yang lemah tubuhnya, ia tidak tahan berdiri lama, ruku lama, dan sujud lama. Orang itu berkata: “ Ya Rasulullah, hamper-hampir aku meninggalkan shalat berjamaah karena imam terlalu memperpanjang shalatnya”.
Mendengar pengaduan itu, Nabi Muhammad SAW menjadi marah. Beliau tidak diutus kecuali untuk membawa rahmat bagi umat manusia. Beliau tidak rela kalua orang lemah tersiksa. Maka Rasulullah berkata kepada jama’’ah: “Wahai hadirin sekalian, sungguh kalian telah membuat mereka lari dan meninggalkan agama. Ingatlah, siapa saja di antara kalian yang menjadi imam, hendaknya meringankan shalatnya, karena dibelakang mereka ada makmum yang sakit, ada yang lemah, dan ada pula yang dikejar kepentingan.
Rasulualllah SAW adalah manusia yang murah hati dan dermawan. Jika beliau bertemu dengan seseorang yang memerlukan baantuan, maka disuruhnya orang itu kepada Bilal, bendaharawan, untuk diberi makan dan pakaiannya.
Pada suatu hari, Rasulullah masuk ke tempat Bilal dan mendapati sekantung buat kurma. Beliau bertanya: “Apa ini, hai Bilal”.
Rasulullah lalu berkata: “Tidak takutkah engkau, bahwa makanan itu kelak akan menjadi benih neraka? Sedekahkan, hai Bilal, dan jangan takut miskin. Sesungguhnya yang bersinggasana di Arasy (Allah) akan mengganti”.
Rasulullah selalu memberi setiap peminta, dengana hati yang gembira. Beliau tidak opernah menghardik, meskipun orang itu meminta kepadanya dengan cara tidak pantas dan menyakiti pelayannya. Beliau memakai baju yang tebal pinggirnya.
Tiba-tiba dating seorang Badui mendekati dan langsung menarik baju beliau dengan keras, sehingga membuat leher Rasulullah membekas dan sakit. Orang Badui berkata: “Hai Muhammad, perintahkan agar aku diberi bagian harta Allah yang ada padamu!”.
Rasulullah berpaling kepada orang Badui itu dengan tersenyum, tidak berang dan tidak pula marah. Beliau kemudian memerintahkan orang Badui itu dipenuhi permintaannya. Setelah menerima pemberian Rasulullah, si Badui pergi dengan mengucapkan syukur dan terimakasih.
Begitulah akhlak yang dicontohkan Rasulullah SAW. Kasih sayangnya menyejukan setiap orang yang menerimanya. Kelembutan budi bahasanya membuat beliau disegani.
No comments:
Post a Comment